Minggu, 22 Juli 2012

insya Allah

Ramadhan telah menampakkan kemuliaannya. Ramadhan memang penuh berkah. Alhamdulillah masih diizinkan untuk bertemu dengan Ramadhan kembali. Kenanganku pada Ramadhan tahun lalu pun menyelingi pikiranku saat ini.

Tahun lalu aku selalu bergelut pada kegiatan rumahan di tiap hariku, dari bangun tidur hingga beranjak ke tempat tidur lagi. Biar pun lisan orang lain terus berkata ini itu tentangku, yah pengangguran lah, atau apa lah.. Pusing juga kalau menggubris ucapan-ucapan mereka yang tak berdasar itu, malah bisa-bisa penyakit sudah ikutan nimbrung di badan.

Sebagai manusia yang berakal, aku memang merasa, amat merasa, tapi apa yang dirasa oleh orang lain tentang diriku? Hanya angin lalu. "Sudah sekolah tinggi-tinggi lah kok menganggur?" Ya ya ya dan bla bla bla... Aku percaya bahwa Allah akan tepati janjiNYA. Bukan sekarang, bisa jadi esok hari. Dan lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya.

Aku belajar bahwa hakekat dari menuntut ilmu itu adalah bagaimana kita memakai hidup ini secara mendalam. Hidup bukan hanya di dunia melainkan hidup untuk di akherat kelak. Dari mana kita bermula? dan untuk apa? Kita ada di dunia bukan sekadar kebetulan saja. Apalagi tiba-tiba manusia ada karena dari "hewan" (kera). Hal yang mustahil.

Menuntut ilmu memang dituntut untuk setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya. Sama seperti ketika kita atau saya lah, melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tujuan apa yang ingin kita capai setelah lulus dari perguruan tinggi tersebut? Kerjakah? Jika tujuan dari sekolah tinggi, dalam artian hanya ingin memperoleh gelar dan kawan-kawannya, maka kekecewaan akan segera menanti dirimu. Bersyukurnya aku, tidak merasa kecewa mendalam ketika lulus kuliah tidak bekerja (yang menghasilkan uang). Sedih, ya tentu ada, sebab mungkin hanya aku yang memiliki pengalaman yang buruk setelah lulus. Namun Allah Ta'ala memberikan cahayaNYA berupa sorotan-sorotan dari beberapa orang yang justru memiliki pengalaman yang lebih buruk dari diriku.

Bisa jadi hikmah lainnya adalah agar aku bisa lebih dekat dengan keluargaku, kedua orangtuaku, dan adik-adikku. Buktinya ketika Ramadhan lalu, tiap sore aku dan ibu saling beradu usil, atau dengan si bungsu. Sambil mendengarkan radio yang kadang (itu-itu juga lagunya). Kini aku hanya mengenangnya. Alhamdulillah Allah Ta'ala telah menurunkan janjiNYA.. Tidak ada hal yang sia-sia jika kita meniatkan segala sesuatu dengan benar dan ikhlas Lillahi Ta'ala. Insya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar