Ada hal menarik yang saya pelajari dari dua hari yang lalu.Yaitu ketika saya hendak menyebrang ke sisi kanan jalan, ada pengendara motor yang mempersilahkan saya untuk menyebrang terlebih dulu. Motornya berjalan perlahan, lalu tangan kanannya mengayun ke depan (mempersilahkan) disertai dengan anggukan kecil. "wah, sopan sekali.. Masih ada juga pengendara yang baik hati" pikirku.
Kemudian muncullah pertanyaan yang terlintas di benak ini, "apakah aku bisa seperti itu?". Pertanyaan yang hanya bercokol dalam hati. Sebab selama aku mengendarai motor, mungkin saja banyak kesalahan yang aku lakukan kepada pengguna jalan yang lain. Kadang-kadang ketika sudah berada di jalanan, ada rasa ego yang selalu ingin diperhatikan. Sesama pengendara saling dahulu-mendahului, termasuk diriku sendiri.
Sebenarnya mendahului itu memiliki banyak motif, misalnya karena tidak ingin datang terlambat (kebanyakan para pekerja dan para siswa). Ada pula yang tidak menginginkan asap knalpot kendaraan lain itu terhirup olehnya, dan bisa jadi oleh sebab hal lainnya. Tetapi yang amat menjengkelkan adalah ketika pengendara membunyikan klaksonnya apalagi sampai beberapa kali. Apakah engkau tahu bahwa itu sudah mengganggu orang lain..?
Hari itu sungguh membahagiakan, bahwa masih ada pengendara yang baik hati. Memperoleh kebaikan dari orang lain adalah hal yang begitu membahagiakan hati, sekalipun orang tersebut tidak kita kenal. Kebaikan Allah Subhanallahuwata'ala lah yang membawa kebaikan kepada dirinya untuk disalurkan kepada orang lain. Bukankah kebaikan Allah Ta'ala itu nyata dan tak terhingga? Namun diri ini sering lalai pada apa-apa yang diberikanNYA.
Alhamdulillah..
dan terima kasih untukmu, pengendara motor yang baik hati..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar